
Untukmu yang selalu ada dihatiku, yang mengisi pikiranku di siang dan malamku, yang selalu kusebut namamu dalam do'a dan sujudku, yang selalu kuceritakan kepada Rabb-ku.
.
.
Digelap dan sunyinya malam, ku terbangun dari tidurku, deras nya hujan menemani malamku, ku ambil wudhu dan bersegera bertemu dgn Rabb-ku. Ku adukan semua pada-Nya, termasuk ttg mu, tentang mu yg membuat hidupku seolah berubah, yang membuatku merasa lbh dekat dengan Rabb-ku, ttg mu yg tak bisa lepas dari bayang-bayang ku. Dalam- dalam ku merunduk dan
berdo'a.
.
.
“Wahai rabb…
Engkau tlah menakdirkan ini, kau pertemukan aku dengan seseorang yg ketika melihatnya teduh hati ini, sejuk hati ini, seolah menyihir diri ini. Tapii… Astaghfirullah, mungkin terlalu berlebihan aku memujinya. Tapi, jika boleh jujur memang itu yg kurasakan ttg nya saat ini.”
.
“Wahai Rabb..
Apa ini yg dikatakan cinta karena-Mu? Yg ketika melihatnya, sejuk hati ini, teduh hati ini, Dan bertambah keimanan dihati ini.”
.
“Wahai Rabb…
Jaga hati ini agar tdk salah menempatkan cinta, biarkan hati ini mencintai-Mu melebihi cinta ini kpd makhluk-Mu, Dan istiqamahkan diri ini utk tetap tegar sendiri menjalani hidup ini.”
.
Wahaii Rabb…
Lewat air mata ini, lewat do'a ini, lewat derasnya hujan ini, kusampaikan cinta dan rinduku untuknya. Jaga ia, dan kalau kuboleh minta, aku ingin bersamanya di dunia dan disurga sana.“
.
Dan untukmu. Aku mencintaimu karena agama dan ketaatanmu pd Rabb-mu. Maka, ketika agama dan ketaatanmu pd Rabb-mu hilang, Hilang pula kecintaanku padamu.